Energi

    Orang yang hidup dengan energi-energi negatif akan mudah hancur jika berhadapan dengan kondisi negatif diluar kuasanya. Padahal dia sudah terbiasa dengan negativity things. Sementara mereka yang hidup dengan energi-energi positif, di titik terlemah mereka, bahkan di situasi paling negatif yang mungkin datang tiba-tiba, tak terukur dan belum mempersiapkan apa-apa, energi itu akan muncul mempertahankan diri untuk bisa secepatnya bangkit kembali. 

    Padahal, bukankah seharusnya seseorang lebih mudah untuk  survive di lingkungan yang mirip atau bahkan sama dengannya?

    Energi positif adalah airbag yang akan menjaga kita dari patah tulang, retak pada tengkorak, atau pendarahan-pendarahan berbahaya  akibat tertabrak dengan keras oleh beberapa takdir yang tak pernah salah memilih pemiliknya. 

    Maka untuk menjadi kuat, untuk bisa terus melanjutkan mimpi hingga ke batas ufuk-ufuk tertinggi, kita butuh men-charge hati dan hidup kita penuh dengan positivity.

    Seperti terbiasa memakai sepatu dimulai dengan kaki kanan. Seperti menyapa assalamu'alaikum dengan tersenyum.  Seperti membiasakan tidur menghadap kanan. Seperti mengganti anjay dengan astaghfirullah. Seperti merubah ah, males dengan ayo, semangat. Seperti kamu yang memulai langkah kecil ini dari sekarang. Semangat!

Komentar